• slide nav 1

    Salim Business Group

    Kehidupan terbaik yakni hidup sukses bahagia dan berkah ...
  • slide nav 2

    Ekselensia Training

    Membangun pelatihan yang terbaik dan terpercaya sebagai sarana percepatan dalam mencapai kehidupan terbaik...
  • slide nav 3

    Impian Hari Ini...

    Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok
  • slide nav 4

    Trainer

    Lima Level Trainer...
  • slide nav 5

    Alasan!

    Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang punya kebiasaan suka membuat alasan ...
  • slide nav 6

    Memulai Usaha

    Tiga Langkah Menuju Bisnis yang Sukses...

Selamat Datang di Website Salim Business Group

"Kita dibatasi bukan oleh kemampuan kita, tapi oleh visi kita.” Jonathan Swift (1667—1745), pengarang dan sastrawan Irlandia"

Delete this element to display blogger navbar

Tampilkan postingan dengan label Catatan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

0 Impian Hari Esok



Saudaraku,
Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.

Allah swt. berfirman,
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman serta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu." (Al-Qashash: 5-6)

Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. Setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya.

Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa di esok hari.

Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tidak mengenal kata "berhenti" dalam berjihad.

Allah swt. berfirman,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. "(Al-Ankabut: 69)

Hanya Allah-lah Dzat yang Maha Agung, bagi-Nya segala puji.

(Hasan Al-Banna)
Read more

0 Pulanglah Nak, Ke Kampung Halamanmu

Anda pernah mendengar lagu tradisional Jawa berjudul Caping Gunung ? Ah, pasti banyak sekali yang tidak mengenal lagu itu. Sebagian karena “anti lagu” sehingga tidak tahu lagu apapun, sebagian lagi karena tidak mengenal budaya daerah, sehingga hanya mengenal lagu yang nge-pop saja.
Sebagai anak desa, jaman saya masih kecil dulu sangat sering mendengar lagu Caping Gunung dinyanyikan warga desa. Bapak dan ibu saya juga menyanyi lagu ini untuk “rengeng-rengeng” saat di rumah atau di sawah. Kini, setelah menjadi tua, sayapun tinggal di kampung. Lahir di kampung, sekarang tinggal menetap di kampung. Saya tetap menjadi orang kampung dan menikmati kehidupan kampung.

Suatu ketika saya berjalan di tengah kampung, terdengar lagu Caping Gunung dari radio di rumah seorang warga. Ingatan saya kembali ke masa-masa kecil saya bersama orang tua di kampung yang jauh dari keramaian kota. Konon, lagu ini dicipta oleh Gesang.
Lagu ini memiliki makna sangat mendalam bagi saya. Sebagai anak kampung yang terlahir di kaki gunung Lawu, saya merasakan pesan yang sangat kuat dari lagu ini. Jangan pernah melupakan kampung halaman. Jangan pernah melupakan orang-orang kampung yang ikut berjasa menghantarkan keberhasilan kita. Setelah sukses dan tinggal di kota, jangan menjadi orang yang lupa diri, tidak mengingat lagi masyarakat yang sangat berharap peran anak-anak kampung yang telah sukses bekerja di kota. Ayolah membangun desa, jangan lupa tengok desa asalmu. Bangun kemakmuran warga, bangun kesejahteraan mereka.

Episode Pertama. Bayangkan, ada seorang ibu tua tinggal di sebuah desa tertinggal, yang lebih dekat ke gunung. Saya memiliki ikatan emosi yang sangat kuat dengan kalimat “gunung” ini, karena saat kecil sering bermain di kaki gunung Lawu, daerah Tawangmangu, Kalisoro, Sekipan, Gondosuli dan sekitarnya. Saya sering menyaksikan budhe saya yang orang gunung, bekerja di ladang di lereng gunung Lawu. Menanam sayuran, memanen dan menjual ke pasar Tawangmangu.
Kembali ke cerita ibu tua. Dia punya anak lelaki yang sejak kecil diasuh dengan sepenuh kasih sayang. Dia relakan bekerja membanting tulang untuk bisa bertahan hidup, menyekolahkan anak lelakinya dari SD hingga SMA. Tak sedikit pengorbanan orang tua untuk sekolah anaknya, dengan harapan kelak akan bisa membahagiakan orang tua dan masyarakatnya.

Setelah lulus SMA, si anak pamit ke kota untuk mencari kerja. Tak ada saudara, tak ada teman, tak ada kerabat di kota, si ibu hanya melepas anak dengan doa semoga anaknya berhasil mendapatkan kerja. Saat berangkat, si anak berjanji akan kembali setelah berhasil mendapatkan kerja yang mapan.
Sebagai anak kampung, ia terbiasa hidup penuh kesulitan sehingga membentuk watak dan jiwa yang ulet. Akhirnya ia berhasil mendapat pekerjaan. Sambil bekerja, ia pun meneruskan kuliah sampai selesai. Prestasi kerja yang bagus membuatnya cepat meningkat karir. Jadilah ia seorang profesional muda yang sukses.

Namun si anak dengan kesibukan dan gaya hidup kota, tak sempat lagi memperhatikan kampung halamannya. Ia terlalu asyik dengan dunia kerja dan profesi yang ditekuni. Memang, sesekali ia menengok ibu tua di kampung gunung, namun bukan itu yang diharapkan si ibu. Ia berharap si anak memiliki perhatian untuk memajukan desanya agar semakin maju dan berkembang. Tidak menjadi desa yang tertinggal. Tapi si anak terlalu sibuk dengan urusannya.

Si ibu tetap merana di desa, masyarakat tetap miskin, gunung tetap terpinggirkan dan jauh dari kesejahteraan. Sesekali waktu si ibu merenung, menatap ke masa lalu saat sulitnya mendidik anak lelaki. Lalu dengan tubuh lemahnya ia memasak nasi jagung untuk si anak lanang, berharap ia akan datang dan menyantap nasi jagung masakannya. Ia pun siapkan caping gunung untuk dipakaikan kepada anaknya, agar si anak lanang berjalan-jalan melihat kondisi  kampung.
Tapi si anak lanang tidak pernah datang…..

Episode Kedua. Bayangkan ada anak kampung yang maju menjadi Calon Anggota Legislatif. Melalui sebuah parpol ia maju menjadi caleg tingkat pusat, berharap akan bisa membangun kampungnya lebih baik jika ada anggota legislatif dari kampung tersebut. Masyarakat bergerak semua mensukseskan si anak, dengan semangat penuh agar si anak bisa dihantarkan ke kursi dewan. Harapan telah tertanam, kelak kalau ada anggota legislatif, kampung gunung ini bisa maju dan terbuka. Masyarakat bisa sejahtera.

Dengan jerih payah seluruh masyarakat, akhirnya si anak kampung berhasil menjadi anggota DPR RI. Berbahagialah semua orang kampung, berharap akan segera terjadi keajaiban dan perubahan keadaan menjadi lebih baik.
Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu. Si anak kampung yang kini anggota dewan pusat tak pernah muncul, tak kunjung datang. Janji tinggal janji, kampanye yang bertaburan janji sudah terlupakan. Ia menikmati gaya hidup baru sebagai seorang pejabat, tidak lagi mengenal rakyat yang bersusah payah memenangkannya.
Masyarakat gunung merenung. Meratapi kondisi yang tetap sulit. Dulu miskin, setelah ada anggota DPR dari kampungnya pun tetap miskin. Dulu hidup sulit, setelah berhasil mengusung seorang warga menjadi anggota DPR hidup tetap sulit. Jangankan memakmurkan gunung, datang berkunjung saja tak dilakukan. Kemana saja perginya si anak lanang ?

Suatu saat orang-orang gunung berkumpul, memasak nasi jagung berharap si anak lanang datang. Mereka akan bercerita, berkeluh kesah, tentang kehidupan dan kampung mereka. Si anak lanang telah disiapkan caping gunung untuk diajak berkeliling melihat kondisi kampungnya. Tapi si anak tidak datang pernah datang…..
Nasi jagung sampai dingin, caping gunung disimpan kembali….
Kasihan orang-orang gunung…… Mereka tetap miskin dan tidak sejahtera…..

Ini lirik lagu Caping Gunung :

Dhek jaman berjuang
njur kelingan anak lanang
mbiyen tak openi
ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
keturutan sing digadhang
mbiyen ninggal janji
ning saiki apa lali
Reff:
Neng gunung tak cadhongi sega jagung
yen mendhung tak silihi caping gunung
sokur bisa nyawang
gunung desa dadi reja
dene ora ilang
nggone padha lara lapa


Artinya:
Ketika masa berjuang
jadi teringat anak lelakiku
Dulu aku yang mengasuh
Namun sekarang entah di mana
Katanya sudah sukses
Terpenuhi apa yang diinginkan
Dulu dia berjanji
Namun sekarang apakah sudah lupa
Reff:
Di gunung aku sediakan nasi jagung
Kalau mendung aku pinjami caping gunung
Syukurlah jika sempat menyaksikan
gunung desa makin ramai
Hingga takkan hilang
perjuangan bersama dengan susah payah

Dalam sekali pesannya. Wahai anak-anak kampung dimanapun sekarang engkau berada, jangan lupakan warga masyarakatmu. Jangan lupakan kampung halamanmu. Jangan lupakan sejarah asalmu. Jangan durhaka kepada kampung tempat kelahiran dan tempat dibesarkanmu.

Banyak orang yang ikut berjasa menghantarkan keberhasilanmu. Banyak orang yang menantikan peranmu. Masyarakat desa perlu diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Jangan ada warga desamu kelaparan tak bisa makan, jangan ada warga desamu yang bodoh tak berpendidikan, jangan ada warga desamu yang sakit dan tak bisa melakukan pengobatan. Jangan ada warga desamu tak memiliki pekerjaan, jangan ada petani desamu kesulitan bibit untuk ditanam dan kesulitan pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Anak-anak kampung dimanapun kini engkau berada, ayolah tengok kembali kampung halamanmu. Tengok simbah-simbah tua, tengok kakek nenek yang setia, tengok petani yang merana, tengok warga desa yang berharap sejahtera….. Jangan pernah kau lupakan jasa mereka, jangan sia-siakan harapan mereka, jangan ingkari kesetiaan mereka, jangan abaikan keinginan mereka…..
Ayo tengok mereka, berbuatlah sesuatu untuk mereka, dengarkan keluh kesah mereka, temani kesulitan mereka….
Nangis bener saya, sambil merinding, mengingat lagu Caping Gunung…:)

 Uztadz cahyadi Takariawan
Read more

0 Kunci Sukses Xiaofeng Peng :( 2B) Belajar dan Berani

Pembaca ekselensia,

pada tulisan kedua ini,
izinkan saya hanya turut menyebarluaskan cerita/ kisah yang menginpirasi dari perjalanan Xiaofeng Peng. (sekali lagi saya menyebarluaskan artikel motivasi ini dawi web.andriewongso.com)

siapakah dia??

Kebanyakan anak muda zaman sekarang membidik bisnis berbasis internet karena gampang menghasilkan uang, murah, dan cepat kaya. Tetapi menggarap sektor riil (penghasil barang) ternyata juga bisa melahirkan miliarder baru dari modal yang tak seberapa. Salah satunya adalah Xiaofeng Peng, pemuda kelahiran China, 34 tahun lalu.

Berbeda dengan pengusaha muda sukses dari Barat yang cenderung drop-out (seperti Mark Zuckerberg - Facebook atau Bill Gates saat memulai Microsoft), Xiaofeng justru berkembang karena giat belajar. Selain itu, ia juga cerdas yang terlihat dari track-record pendidikannya yang cemerlang, selalu masuk tiga besar di sekolahnya dan pernah juara Olimpiade Matematika di negaranya.
Selama SMA ia tak hanya kursus bahasa Inggris, tetapi juga belajar sendiri bahasa Jepang dan Jerman setelah tak menemukan tempat kursusnya. Setamat SMA ia melanjutkan kuliah di Jiangxi Foreign Trade School hingga meraih diploma pada tahun 1993. Setelah itu mengejar MBA di Beijing University Guanghua School of Management yang ia selesaikan tahun 2002.
Namun sukses tak bisa diraih dengan mudah. Xiaofeng pun mengalami beberapa tahapan hidup sebelum menekuni bisnis yang membuatnya jadi salah satu pemuda Asia terkaya di dunia. Dimulai ketika ia bekerja di Jian City Foreign Trade Bureau, sebuah lembaga pengembangan ekspor di provinsi Jiangxi. Di lembaga ini ia bertugas menganalisa perdagangan luar negeri China.

Mungkin dari situlah ia menemukan peluang ekspor. Itu tak disia-siakannya. Pada tahun 1997 bersama sejumlah temannya mendirikan Liuxing Industries Limited, sebuah perusahaan ekspor-impor yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat keselamatan kerja seperti sarung tangan, safety shoes, pakaian kerja, dan sebagainya. Ia pun mengajukan diri keluar dari Jian City Foregin Trade Bureau agar lebih serius mengelola bisnis sendiri.
Namun lembaga pemerintah daerah ini menahannya karena prestasinya cukup baik. Entah bagaimana ceritanya, Xiaofeng justru punya ide mendirikan perusahaan yang memproduksi sendiri alat-alat keselamatan kerja. Maka pemerintah provinsi Jiangxi pun mau menanamkan investasinya. Dari sinilah berdiri Suzhou Liuxin Industrial Company Limited, perusahaan kerja samanya dengan pemerintah daerah Jiangxi. Dengan berdirinya perusahaan ini Xiaofeng jadi memiliki bisnis yang terintegrasi antara produsen alat-alat keselamatan kerja (melalui Suzhou Liuxin) dan perusahaan pemasarannya (Liuxing Industries).

Hubungan baik dengan pemerintah daerah juga ia manfaatkan saat memiliki ide mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Suatu kali di tahun 2001, karena ia sering bertugas ke Eropa mewakili perusahaannya, Xiaofeng menyadari betapa Eropa makin intensif memanfaatkan PLTS. Idenya pun muncul. Ia ingin mendorong pemerintahan China mengembangkan PLTS juga dan ia memasok panel suryanya. Namun itu tak gampang karena ia buta terhadap teknologinya.


sumber asli : http://m.andriewongso.com/artikel/success_story/4295/Xiaofeng_Peng_-_Sukses_Karena_Belajar_dan_Keberanian/

Pembaca ekselensia,
belajar memang dari mana saja dan kepada siapa saja. yang terpenting adalah kita mampu dan bisa memilah dan memilihnya dengan tepat.

"di manapun adalah sekolahku dan siapapun adalah guru kehidupanku" @ ekselensiaquote

Artikel diatas cukup menarik untuk memotivasi  kita untuk belajar dan berani dalam menjalani kehidupan guna menjadi orang suksesi.Namun perlu saya tambahkan bahwa kita sebagai seorang muslim harus tetap meyakini bahwa kesuksesan kita tidak diukur didunia dengan berlimpah harta namun yang yang jauh lebih penting adalah kesuksesan di akhirat kelak. surga.

Imam al-Ghazali membagi 4 tipe orang sukses , yakni :

1. Orang yang tidak sukses di dunia dan akhirat
2. Orang yang sukses didunia namun menderita di akhirat
3. Orang yang "tidak sukses" didunia namun bahagia di akhirat
4. Orang yang sukses didunia dan sukses di akhirat

Pembaca ekselensia,

Maka pilihan 1 dan 2 jangan sampai menimpa kita. soo..yang kita harapkan yang terbaik yakni tipe no.4. Sukses di dunia dan sukses di akhirat. Karena ukuran suskses didunia banyak arti dalam setiap orang. Maka silahkan didefiniskan sendiri arti sukses didunianya. Namun untuk definisi  sukses akhirat tidak ada pilihan lain kecuali masuk surga-Nya.

Untuk saya pribadi , keberhasilan saya ukur dengan 3 Kata yakni SBB : Sukses Bahagia Berkah.

Apa itu nantikan tulisan berikutnya :) 
---baru belajar nulis , apapun hasilnya yang penting nulis dulu ya---

terima kasih

Powered by;

Ekselensia Training & Learning center
Kawasan lempuing jaya kab. OKI Sumsel
www.ekselensia.blogspot.com

AHMAD RIFAI,S.IP
(Trainer & Life Planner Specialist)
Read more

0 Hukum Ketidakpastian

Biarlah orang lain memilih dan menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, tapi kita jangan ... Biarlah orang lain memilih dan bermimpi kecil, tapi kita jangan ... Biarlah orang lain memilih dan menangisi kepedihan kecil yang mereka alami, tapi kita jangan ... Biarlah orang lain memilih untuk menyerahkan nasibnya di tangan orang lain, tapi kita jangan ... Be ourself!
(Zainal “Terorist” Abidin )

Nah itulah asa ku !

Sahabatku yang baik....Pembaca Ekselensia...:)
(Mohon izin tuk berbagi dari kampung halaman pelosok sumatera:)

Tegaslah memilih PILIHAN yang penting bagi kita. Putuskanlah sendiri bagaimana kita akan menjalani sekolah kehidupan ini. Pelibatan Allah jangan lupa jua dan sertakan orang tua kita. Karna ia adalah salah satu faktor pendukung kesuksesan kita.

 ...Jangan kita serahkan kepemimpinan hidup ini kepada mereka yang tidak bertanggung jawab jika kita gagal. ... Tanyakanlah kepada diri kita sendiri, apakah mereka yang komentarnya kita takuti itu, akan membantu jika suatu ketika nanti kita jatuh ke relung-relung kegagalan?

Pembaca Ekselensia,.....
Memang mudah menetapkan cita-cita kita. namun yang menjadi penting adalah apakah kita meyakininya dengan sepenuh hati untuk memperjuangkannya?

Hidup ini memang tidak ada kepastian kecuali kepastian kita akan mati.  
Berbicara tentang KETIDAKPASTIAN maka ada tulisan yang menarik yang disampaikan oleh public speaker Arvan Pradiansyah tentang Law of uncertainty :

Ada 6 hukum dalam ketidakpastian, yaitu :
Yuk simak dengan seksama :

1. Hal yang pasti adalah ketidakpastian. Dalam hidup, kita akan memastikan sesuatu untuk mencapai tujuan. Contohnya kita berangkat ke kantor jam 6 pagi, tetapi ada ketidakpastian yang terjadi, seperti apakah kita bisa kantor jam 7? Apakah semua berjalan sesuai rencana?

2. Tidak bertindak menghadirkan kepastian. Sebagai contoh: Untuk orang yang kurang pandai, terlepas dari faktor keberuntungan dlsb., bila ia tidak belajar maka ia tidak akan lulus dalam ujian. Tetapi, jika dia belajar ada kemungkinan dia lulus dalam ujian.

3. Ketidakpastian justru membuat hidup kita menarik. Jika dalam hidup kita segalanya sudah pasti maka akan menimbulkan kebosanan dan kita menjadi tidak tertantang. Contohnya seperti berikut: jika kita sudah tahu kita akan lulus, maka kita tidak akan berusaha untuk belajar.

4. Karena segala sesuatu di dunia ini tidak pasti, maka segala sesuatu itu menjadi mungkin. Segala sesuatu yang belum tentu, menjadi kemungkinan untuk mendapatkan sesuatu. Sebagai contoh, “Jika orang tuanya kaya, belum tentu anaknya kaya. Jika orang tuanya miskin, belum tentu anaknya miskin.”. Sehingga, adanya ketidakpastian, selalu melahirkan kemungkinan untuk berbagai hal yang ingin kita capai.

5. Untuk mengurangi ketidakpastian kita harus bergantung pada hal yang pasti. Hal pasti yang dimaksud disini yaitu Tuhan dan hukum-hukum alam yang ada. Jika kita bergantung kepada orang lain, bisa saja orang itu meninggal dan kita tidak bisa bergantung lagi. Atau jika kita bergantung kepada perusahaan tempat kita bekerja, bisa saja perusahaan kita bangkrut.

6. Orang yang disukai dalam pergaulan adalah orang yang bisa mengurangi ketidakpastian. Sebagai contoh: Orang yang selalu tiba tepat waktu di kantor jam 8, akan lebih membuat sang atasan tenang bila mempercayakan pembukaan rapat penting di pagi hari kepadanya ketimbang mempercayakannya kepada orang lain yang kedatangannya di kantor tidak tentu jam berapa.

Dalam dunia ini penuh dengan ketidakpastian. Tetapi ketidakpastian ini yang membuat hidup kita menjadi termotivasi, menjadi lebih semangat untuk mendapatkan hal yang pasti.

Pembaca Ekselensia,

Ketidakpastian cita-cita
Berbagi pengalaman, saat saya SD . Pernah terpikir dalam benak ini untuk menjadi seorang ustadz. Hal ini karena lingkungan dikampung saya disumatera adalah pondok pesantren. Berlanjut saat SMP , berubahlah cita cita ini  ingin menjadi dokter. Hal ini disebabkan melihat orang tua yang sering sakit bahkan sampai saat ini mereka berdua sering sakit (Mohon doanya semoga orangtua saya diberi kesabaran dan kesehatan ). Berlanjut SMA berubahlah lagi ingin / bercita-cita menjadi Trainer. berubahnya cita-cita ini , saya sadari karena tanpa ada sebuah bimbingan.inilah  salah satu contoh ketidakpastian dalm cita-cita. Boleh kita berencana baik. Tapi Allah sebaik-baik Perencana. Maka pilihlah cita-citamu dengan keyakinan ditengah-tengah ketidakpastian.

Bagaimana memastikan cita-cita kita?
Jawabannya adalah merenunglah dan bermunajatlah pada Allah.  Puji syukur kepada Allah, setelah saya merenung cukup panjang memastiakn cita-cita saya serta ada saudara-saudara yang luar biasa yang menginspirasi tepatnya dii JAN Training team dan guru saya. Dengan segala nasihat dan motivasinya maka semakin kuatlah untuk tetap dalam cita-cita saya yakni menjadi Spiritual Trainer & Life Planner :)

"tetapkan cita-cita sekali, selanjutnya aksi berkali-kali" #EkselensiaQuote

sebaik-baik rencana adalah rencana Allah. Akhirnya setelah menyelesaikan studi di jogja , saya pun harus kembali kekampung halaman. meskipun dari awal akan menetap dijogja. Sekali lagi inilah ketidakpastian dalam hidup. Meskipun demikian tidak menjadi persoalan saya berada dimana yang lebih penting saya tahu akan kemana.

Akhir kata. Ketidakpastian itu sesuatu yang biasa.Maka jangan khawatir dan galau akan ketidakpastian. Justru dengan KETIDAKPASTIAN, jika kita mampu menyikapinya maka akan membuat kita termotivasi dan bisa lebih tinggi.


Salam SBB (Sukses Bahagia Berkah)


Powered By:

Ekselensia Training & Learning Center Palembang-Indonesia
Jalan Lintas Timur Km 125 Kawasan Lempuing Jaya
Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

dapatkan juga SMS Motivasi Gratis setiap hari
Ketik : nama lengkap #Usia# Kota# Pekerjaan/status

Kirim ke : 0856.4334.9734



AHMAD RIFAI,S.IP
(Trainer & Life Planner Specialist)

Read more
 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More